Wednesday, March 31, 2004

+Hepi Bertde+

Makan mie ayam di depan rumah Lina bareng teman. Tidak bisa pulang sekolah karena terjebak hujan deras. Tidur di rumah . Menjdi orang tolol karena nggak tahu harus berbuat apa. Pusing mengerjakan soal Ujian Tengah Semester.

Itulah hal-hal yang saya lakukan di hari ulang tahun saya selama 5 tahun terakhir.

Sejak kecil saya memang tidak pernah ( baca: tidak mau ) merayakan hari ulang tahun saya . Jadi selama ini tidak ada topi kerucut , balon -balon, kado ( meski yang ini saya harapkan), kartu ucapan , kue yang sangat manis, bahkan acara tiup lilin. Untuk yang terakhir ini rasanya saya tidak akan pernah mau melakukannya . Karena menurut saya dengan meniup lilin di hari ulang tahun sama saja membunuh "api" semangat kita selama satu tahun ke depan.

Karena saya tidak begitu suka dengan pesta, maka untuk ulng tahun saya kali ini saya ingin menghadiahkan pada diri saya sendiri sebuah kesunyian.Bukan untuk merenung . Saya cuma ingin sendiri, mungkin sedikit ditemani ocehan penyiar radio favorit saya.

Saya selalu punya keyakinan bahwa saat hari kelahiran kita hadir tiap tahun , maka pada hari itu umur kita berkurang bukan bertambah . Dan tentunya kita tak pernah tahu berapa sisa umur kita.

Kata teman saya, setiap kita berulang tahun harus bersenang-senang. Dan bagi saya hanya ada satu cara besenang-senang di hari ulang tahun yaitu men-SUNYI-kan diri.

By the way selamat ulang tahun untuk saya sendiri besok, 1 April. Juga untuk teman saya Eko yang berulang tahun hari ini.

Saturday, March 27, 2004

+Senja Yang Kini Hilang+

Dulu , saya sering menghabiskan sore bersama dia di teras rumahnya yang menghadap ke arah barat . Seringkali kami hanya ngobrol, membaca majalah , atau hanya duduk-duduk saja di teras itu. Tapi ada satu hal yang tak pernah kami lewatkan saat kami duduk di teras rumahnya yaitu tenggelamnya matahari senja jauh di ujung jalan di depan teras tempat kami duduk . Rasanya senja itu tak pernah habis , selalu begitu setiap hari dan selalu tetap indah .

Tapi itu dulu , sebelum sebuah tower provider ponsel dibangun di ujung jalan . Kini, senja itu hilang tak berbekas terhalang oleh sombongnya tower . Saya hanya bisa berharap tower itu hilang dan mengembalikan pemandangan senja terindah kepada kami berdua dan kepada dunia.

Terima kasih untuk "dia" yang telah bersedia menghabiskan senja bersama saya. Percayalah , pemandanganindah senja itu masih kulihat di indah senyum di wajahmu.

Monday, March 22, 2004

+Bacalah Bila Anda Ingin Hidup Lebih Berarti+

"Manusia itu tak berarti apa-apa, pekerjaannya itulah yang membuat hidupnya berarti" (Gustave Flaubert)

Kutipan diatas saya ambildari salah satu buku favorit saya yaitu Petualangan Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle.

Kutipan tersebut saya artikan bahwa manusia yang berarti adalah manusia yang bekerja atau paling tidak menyibukkan dirinya. Atau bisa juga diartikan bahwa manusia yang mempunyai semakin banyak pekerjaan maka hidupnya semakin berarti.

Bila menuruti pendapat saya , maka bisa dikatakan bahwa hidup saya belum berarti karena saya hanya mempunyai satu pekerjaan saja yaitu mahasiswa ( baca : pelajar ).

Saya memang belum pernah bekerja dalam artian mencari uang baik full time maupun part time , kecuali jualan kecil-kecilan.Jadi untuk membuat hidup saya berarti , sya cuma bisa menyibukkan diri menghabiskan waktu dengan nongkrong , membaca buku, mendengarkan radio sampai tengah malam , menulis puisi atau seperti yang saya lakukan saat ini yaitu mengisi blog.

Akhirnya saya cuma bisa berharaphidup anda menjadi berarti setelah rela menyibukkan diri dengan membaca tulisan saya ini.

Tuesday, March 16, 2004

+Suara Tuhan+

dalam mimpi Tuhan bertanya
"Apa lagi yang kau minta ?"
aku terkejut
lalu terjaga
sayup-sayup kudengar adzan subuh menyapa
sementara aku hanya bisa meminta
"pertajam saja pendengaran hamba"
#Kemewahan Bagi Mereka#

Mulai hari ini saya akan -mencoba- menghargai apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada saya selama ini, terutama tubuh saya.

Selama ini saya selalu mengeluh karena harus memakai kacamata atau tidak senang karena harus ketinggalan di belakang karena kehabisan nafas saat lari pagi.

Saya baru menyadari betapa indahnya hidup saya saat di sebuah radio diceritakan sorang buta dan seorang cacat kaki mau membayar berapapun untuk merasakan apa yang selama ini tidak pernah mereka rasakan.

Orang buta tersebut mau membayar berapapun hanya untuk melihat istrinya, melihat anaknya dan -tentu saja- melihat dunianya, meski hanya sehari.

Sementara orang cacat tersebut ingin sekali membuang kursi rodanya sehari saja unruk berkeliling kota New York dengan berjalan kaki, berapapun harganya.

Saya baru tahu ternyata apa yang saya keluhkan tentang tubuh saya selama ini adalah sebuah kemewahan bagi mereka yang munkin sulit didapatkan.

Wednesday, March 10, 2004

No More Politics

Hari-hari mendatang, jalan -jalan di Indonesia akan segera dipenuhi kendaraan bermotor warna-warni yang sedang berkampanye untuk meluluskan pimpinan mereka menjadi caleg atau presiden.

Saya tak pernah habis berpikir kenapa mereka mau berpanas-panas hanya untuk memperjuangkan karir seorang yang bahkan belum pernah mereka temui. Menurut saya ini benar-benar konyol.

Saya juga tak pernah habis pikir , kenapa hidup kita harus digantungkan hal kecil gila yang disebut politik. Ketika politik hancur , ekonomi menjadi berantakan, kemanan carut marut dan masih banyak hal lain lagi yang hancur lebur.

Bagi saya , kapanpun pemilu diadakan akan tetap sama . Kalau dulu jaman orba , pemilu sering disebut seperti memilih kucing dalam karung maka pemilu sekarang bagi saya adalah memilih anjing gila sok pintar yang ber-make up tebal.

Saya berjanji tidak akan memakai hak pilih saya (yang konon harganya lebih dari Rp 250.000,- itu) di pemilu mendatang. Saya Golput. Saya benci politik yang mengatur hidup saya.

Monday, March 08, 2004

Kehujanan

Kemarin hujan dan saya kehujanan. Setiap kali kehujanan, saya selalu memiliki banyak alasan untuk membenci dan (lebih) banyak alasan untuk menyukainya.

Saya membenci hujan karena saya masih memakai motor untuk pergi kuliah , sehingga saya harus basah kuyup di atas motor, lagipula saya aneh bila harus memakai mantel hujan.

Terlepas dari semua itu, saya mempunyai banyak alasan mengapa saya suka kehujanan. Saya suka jalanan yang basah. Kaca helm yang dipenuhi butiran air.Kacamata yang berembun. berteduh bareng cewek cantik.Dan sesampainya di rumah disambut oleh secangkir Nescafe Classic.

sayangnya saya kehujanan di awal bulan Maret , yang (kalau saya tidak salah) katanya akhir dari musim hujan. Artinya saya tinggal kehujanan sebulan lagi. Saya akan sangat merindukannya.

Monday, March 01, 2004

Pernahkah Cermian Berbohong ?

Cermin itu datang lagi
ia berdiri menantang di depanmu
Kulihat kau tertunduk lesu
dalam bayangan di cermin itu
Atau kau memang tidak mencoba
untuk memecahkannnya
[03.02.04]


Hari ini saya bercermin. Kali ini cukup lama, tidak seperti biasa.Karena saya berpikir, ternyata saya lebih percaya kepada cermin untuk menilai penampilan saya daripada kepada orang lain, ibu , bapak, adik ,teman misalnya.

Tapi apakah semua yang ditampilkan cermin itu benar ?

Apakah cermin pernah berbohong tentang penampilan kita?

Saya pikir cermin memang pernah berbohong. Dia berbohong ketika dia mengatakan bahwa saya atau anda adalah manusia paling tampan atau paling cantik di dunia.

Kalau anda tidak percaya , silahkan bercermin.