+ Cita-cita : I Have No Idea +Jangan pernah bertanya apa cita-cita saya, sebab saya tidak punya jawaban yang tepat atau lebih tepatnya lagi bingung harus pilih yang mana. Seperti juga pada hal lain, saya tidak pernah fanatik pada satu cita-cita. Saat melihat VCD Nirvana, saya ingin jadi rocker. Waktu baca buku, saya ingin jadi penulis. Melihat Frank Lampard ingin jadi pemain sepakbola. Nonton David Blaine ingin jadi pesulap. Sutradara film. Web designer. Penyiar radio. Wartawan. Andi Millionaire. Detektif. Jadi Pemimpi.
Untunglah, tidak seperti kebanyakan anak-anak lain, saya tidak pernah terpikir untuk jadi presiden atau dokter. Cita-cita adalah semacam visi-misi kehidupan setiap manusia. Karena visi-misi saya banyak, saya tidak mungkin menjadi presiden : akan membingungkan pemilih nantinya. Dokter ? lupakanlah… saya benci obat, lagipula saya juga tak pandai mengobati, apalagi sakit hati.
Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Begitu kira-kira pesan para orang tua kita. Setelah saya pahami ternyata benar juga apa kata pepatah tersebut. Jangan pernah takut gagal untuk meraih cita-cita kita. Kalaupun gagal meraih cita-cita yang kita gantungkan di langit, paling tidak kita akan jatuh di antara bintang-bintang. Bukankah itu menyenangkan..?
Itu tadi kalau anda bercita-cita di malam hari. Kalau anda gagal mewujudkan cita-cita di siang hari, dimana tidak ada bintang-bintang, maka anda akan terjun bebas ke bumi. Ini namanya kesempatan kedua. Meskipun terluka di sekujur tubuh, paling tidak anda sudah mengetahui rasanya jatuh.